CAP Super Sweet Versus TFA Sweetener

CAP Super Sweet Versus TFA Sweetener

DIY 101 2 Responses

Hampir semua liquid yang beredar di pasaran saat ini mengandung pemanis di dalamnya. Dalam hal ini, yang paling banyak dipakai adalah sucralose, karena relatif lebih ramah terhadap coil dan mempunyai rasa manis yang bisa diterima oleh sebagian besar komunitas vaper.

Sucralose adalah pemanis buatan yang banyak dipakai untuk menambahkan rasa manis pada permen dan minuman ringan yang banyak beredar di pasaran. Sucralose juga merupakan pemanis yang tidak mengandung kalori sedikitpun, dan tidak merusak gigi.

Pada tahun 2006, FDA menyatakan bahwa sucralose aman untuk dikonsumsi. Kemudian pada bulan April 2015, PepsiCo mengeluarkan pernyataan bahwa mereka menggunakan sucralose di dalam produk minuman ringan mereka. Jadi, sucralose sudah terbukti sangat aman untuk dikonsumsi.

Sucralose juga adalah senyawa yang tahan terhadap suhu tinggi, maka dari itu sucralose sangat cocok digunakan sebagai tambahan rasa manis dalam liquid yang kita konsumsi sehari-hari.

TFA Sweetener dan CAP Super Sweet adalah pemanis yang paling banyak dipakai untuk membuat liquid pada saat ini. Keduanya terbuat dari sucralose. Namun, terdapat perbedaan harga yang cukup signifikan antara CAP Super Sweet dan TFA Sweetener. Apa saja sih bedanya?

Rokok Elektrik Membantu Meningkatkan Fungsi Jantung

Rokok Elektrik Membantu Meningkatkan Fungsi Jantung

Health Issue 2 Responses

Para perokok tembakau yang mencari alternatif yang lebih baik untuk kecanduannya, akan sangat gembira mendengar hasil penelitian ini, bahwa rokok elektrik dapat sangat membantu mereka.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Medical News Today, menyatakan bahwa para peneliti dari University of Bristol yang berlokasi di Inggris, menunjukkan hasil yang sangat positif bagi para perokok tembakau yang beralih menggunakan rokok elektrik. Penelitian yang memfokuskan pada reaksi stres (stress reaction) yang ditimbulkan rokok tembakau dan rokok elektrik kepada sel-sel jantung, membuktikan bahwa rokok tembakau menimbulkan reaksi stres, dan rokok elektrik tidak menimbulkan reaksi stres apapun pada sel-sel jantung.

Penelitian dilakukan menggunakan sel-sel jantung manusia yang didonasikan, dan para peneliti menganalisa perubahan yang terjadi pada gen sel-sel jantung tersebut, pada saat asap rokok dan uap rokok elektrik dihembuskan melewati sel-sel tersebut. Dengan asap rokok tembakau, hasil yang langsung terlihat adalah sel-sel jantung bereaksi negatif dan dapat diukur. Akan tetapi tidak terlihat reaksi negatif apapun yang terlihat pada sel jantung tersebut dengan uap rokok elektrik.

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efek biologis yang dapat dilakukan oleh rokok tembakau dan rokok elektrik. Sehingga dapat membantu pemerintah untuk dapat memutuskan dengan mata terbuka tentang apa yang harus dilakukan kepada rokok elektrik. Dan diharapkan pemerintah dan para pelaku industry kesehatan dapat menginformasikan kebenaran bahwa rokok elektrik adalah solusi berhenti merokok tembakau yang aman.

Penelitian Membuktikan Rokok Elektrik Bermanfaat Bagi Penderita Asma

Penelitian Membuktikan Rokok Elektrik Bermanfaat Bagi Penderita Asma

Health Issue 0 Responses

Sebuah berita baik untuk para perokok tembakau yang mempunyai asma, yang berpikir untuk beralih menggunakan rokok elektrik. Sebuah penelitian baru, yang dipublikasikan pada Discovery Medicine, menunjukkan bahwa banyak keuntungan kesehatan yang didapatkan dengan beralih menggunakan rokok elektrik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa para perokok tembakau yang beralih menggunakan rokok elektrik menunjukkan perkembangan baik pada paru-paru dan sistem pernapasan mereka, setelah penelitian yang dilakukan selama dua tahun.

“Hampir semua penelitian membuktikan bahwa rokok tembakau menyebabkan penurunan fungsi paru-paru dan gangguan aliran udara, dan lebih buruknya lagi, tubuh para perokok tembakau yang mempunyai asma tidak merespon obat anti-asma dengan baik, dibandingkan dengan para penderita asma yang tidak merokok”, demikian pernyataan dari Profesor Riccardo Polosa dari University of Catania, yang mengepalai penelitian ini. Profesor Polosa kemudian menyatakan bahwa para perokok tembakau dengan asma tidak akan berhenti mengkonsumsi nikotin, bahkan apabila itu adalah pilihan terakhir mereka, maka dari itulah penelitian ini dilakukan.

Hasil yang mengejutkan dari penelitian ini adalah, beberapa fungsi paru-paru dan pernapasan dapat kembali menjadi lebih baik setelah para perokok tembakau dengan asma tersebut beralih menggunakan rokok elektrik. Hal ini sebelumnya dianggap mustahil oleh penelitian-penelitian sebelumnya, dan menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana rokok elektrik dapat membantu kesehatan para perokok yang sudah lama mengkonsumsi rokok tembakau.

IDR 2,440,000
IDR 2,185,000 (Min. 5 pcs)
IDR 110,000
IDR 96,500 (Min. 4 pcs)
IDR 275,000
IDR 240,000 (Min. 16 pcs)
IDR 95,000
IDR 77,000 (Min. 4 pcs)
IDR 1,500,000
IDR 1,200,000 (Min. 5 pcs)
Loading...